Senin, 02 Mei 2016

CONTOH BOOK REPORT METODELOGI STUDI ISLAM

 berikut contoh book report, untuk teman-teman sebagai reverensi mengerjakan tugas kuliahnya, semoga bermanfaat. DILARANG KERAS COPAS!!!! INI HANYA SEBAGAI CONTOH DAN PANDUAN!


BOOK REPORT
METODOLOGI STUDI ISLAM
Diajukan untuk memenuhi tugas individu
Mata Kuliah Metodologi Islam
Dosen Pengampu Saifudin, M.Ag


Disusun Oleh : Nur ‘Azizah 1415108029


TARBIYAH/PGRA/1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015




 METODOLOGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM.jpg





Identitas Buku

Judul Buku                   : Metodologi Pendidikan Agama Islam
Pengarang                   : Prof. DR. Ramayulis
Penerbit                        : Pustaka Pelajar
Kota Terbit                   : Semarang
Tahun Terbit                : 2004
Cetakan ke                   : 2
Jumlah Halaman          : 256 Halaman
Harga Buku                  : Rp. 27.500
ISBN                            : 979-9075-23-8















PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pendidikan Agama merupakan salah satu dari tiga subyek pelajaran yang harus dimasukkan dalam proses pembelajaran. Hal ini karena kehidupan beragama merupakan salah satu dimensi kehidupan yang diharapkan dapat terwujudnya secara terpadu. Pendidikan agama diharapkan mampu mewujudkan dimensi kehidupan beragama tersebut sehingga mampu mewujudkan individu yang utuh dengan sejalan pandangan hidup bangsa.
Pembahasan tentang pembuatan Book Report  ini yang ada didalam buku “Metodelogi Pendidikan Agama Islam” karangan Prof. DR. Ramayulis akan dibahas tentang Pengajaran Al Qur’an, Pengajaran hadis, Pengajaran Aqidah, Pengajaran Akhlak, Pengajaran Syariah. Pengajaran Ibadah, Pengajaran Muamalah, Pengajaran Sejarah Islam, dan Pengajaran Kebudayaan Islam.
Untuk itu dengan demikian Pendidikan Agama juga terbagi menjadi beberapa bab yang akan dipelajari seperti halnya Bab Hadis, Akhlak, dan Muamalah dan sebagainya. Untuk itu dengan dibuatnya Book Report untuk memenuhi tugas Metodologi Studi Islam pokok dan gagasan yang terpenting di dalam buku ini adalah tentang Bab Al-Qur’an dan Bab Hadis.
Bab-bab dan gagasan penting pada pernyataan di atas akan dibahas dalam book report ini. Akan tetapi selain dengan mengemukakan isi buku dan gagasan penting penulis, analisis tidak lupa ditambahkan agar artikulasi (pemaknaan) dari isi buku dapat lebih jelas dan nampak dinamis.
Tujuan untuk pembuatan Book Report  ini adalah untuk  memenuhi tugas mata kuliah “Metodologi Studi Islam” untuk mengetahui dan menjelaskan isi buku dan menganalisis buku tersebut. Serta untuk mengetahui gagasan yang terdapat pada isi buku “Metodologi Pendidikan Agama Islam”.




PEMBAHASAN
A.      Isi Buku Secara Umum
1.        Pendekatan Keberagaman dalam Pemilihan Metode Pengajaran Pendidikan PAI
Dalam pembahasan ini dijelaskan tentang, fungsi pengajaran PAI yang dimana Pendidikan Agama Islam mempunyai fungsi yang berbeda dari subyek pelajaran yang lain, Secara umum  menurut John Sealy, Pendidikan Agama, termasuk Pendidikan Agama Islam, dapat diarahkan untuk mengemban salah satu atau gabungan dari beberapa fungsi, yaitu: konfesional, neo konfesional, konfesional tersembunyi, implisit, dan konfesional.
Disini juga diterangkan tentang Tujuan pendidikan agama di Indonesia yang merupakan untuk memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh orang yang bersangkutan dengan mempertimbangkan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan anatar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Dengan kata lain pendidikan agama memiliki dua tujuan diantaranya yaitu: meningkatkan keberagaman dan mengembangkan sikap toleransi hidup antar umat beragama. Dengan demikian, sosok lulusan dari pendidikan agama diharapkan memiliki tingkat keberagaman tertentu dan sikap toleransi tertentu pula. 
Pada bab ini dijelaskan juga tujuan Pendidikan Agama Islam dapat digambarkan sebagai sosok individu yang memiliki keimanan, komitmen, ritual, dan sosial pada tingkat yang diharapkan. Yang menerima tanpa keraguan sedikitpun akan kebenaran ajaran Islam itu sendiri dan bersikap atau berperilaku keagamaan secara positif, melakukan ritual dan sosial keagamaan sebagaimana yang digariskan dalam ajaran agama Islam.
Materi pendidikan agama Islam tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu ke-Islaman semata, tetepi juga ilmu lain yang dapat membantu pencapaian keberagaman Islam secara Komprehensif. Di pendidikan Agama Islam juga diajarkan materi meliputi pembahasan ilmu-ilmu tauhid atau aqidah, fiqih atau ibadah, Akhlak, study al-qur’an dan hadis, bahasa arab, dan tarikh Islam, dan lain sebagainya.
2.        Pengajaran Al-Qur’an
Dalam pembahasan ini dijelaskan tentang pengertian Al-Qur’an, metode pengajaran Al-Qur’an dan tujuan mengajar Al-Qur’an. Bahwa pengertian Al-Qur’an adalah wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dan perlu diketahui bahwa Al-Qur’an sebagai kitab suci dan sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar dan tidak seorangpun yang mampu membuat atau menulis yang seperti Al-Qur’an itu.
Menurut para Pakar dan Ulama mengenai pengertian Al-Qur’an yaitu Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau firman Allah SWT. Yang diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan perantara Malaikat Jibril, atau dengan cara lain. Tulisan dan bacaan Al-Qur’an sudah dipastikan berbahasa Arab. Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk bagi manusia yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar yang diterima oleh umat manusia secara Muttawattir.
Dalam metode pembelajaran Al-Qur’an sebisa mungkin seorang pengajar mengajarkan murid didiknya dengan membaca Al-Qur’an secara pelan-pelan. Agar dapat dimengerti dan dipahami oleh para peserta didik. Tujuannya itu sendiri mampu mengarah kepada kemampuan memahami kitab Allah secara sempurna, kemantapan membaca dan menghafal ayat-ayat atau surat yang mudah dihafal, menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an, dan kesanggupan menerapkan ajaran Islam dalam menyelesaikan problema kehidupan sehari-hari.
3.             Pengajaran Al-Hadis
Dalam bab ini dijelaskan pengajaran hadis yang merupakan suatu bidang pengajaran agama yang berisi teks bertuliskan arab yang pernah disabdakan atau dikatakan oleh nabi. Dalam bab ini juga dijelaskan tentang pengertian Hadis. Hadis mempunyai tiga istilah al-jadid (sesuatu yang baru), lawan kata Al-qodim (sesuatu yang lama). Bentuk jamaknya, hidats, hudatsa’, dan haduts. Kedua hadis berarti al-qorib (sesuatu yang dekat, belum lama terjadi), seperti perkataan “dia adalah orang yang baru saja memeluk agama islam”.
Yang ketiga hadis berarti al-khabar  (sesuatu berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan seseorang kepada orang lain. Tujuan menagajar hadis, hadis mempunyai tujuan yang jelas dan berguna akan membuat orang giat, lebih terarah, dan sungguh-sungguh. Tujuan yang lebih jelasnya adalah kemampuan menerapkan ajaran islam dalam menyelesaikan problema kehidupan sehari-hari. Untuk menetapkan sah atau tidaknya dalam suatu hadis adalah melihat pada sanadnya yaitu orang orang yang meriwayatkan hadis.
Dan melihat pada matannya yaitu pada teks hadis itu sendiri. Dalam bab ini juga dijelaskan bagaimana cara untuk mengajar materi hadis untuk para peserta didik yaitu dengan materi yang ada dalam pembahasan harus sesuai dengan ketentuan dan acuan dalam kurikulum pembelajaran. Jadi, harus sesuai materi yang ada pada kurikulum. 
4.             Pengajaran Aqidah Islamiyah
Pada bab ini dijelaskan bahwa islam merupakan agama yang menitikberatkan pada aqidah yaitu iman dan amal. Dan pengertian aqidah itu sendiri adalah berasal dari kata aqoid jamak dari aqidah yang berarti kepercayaan. Maksudnya ialah hal-hal yang diyakini oleh orang-orang islam, artinya mereka menetapkan atas kebenarannya seperti disebutkan dalam al-quran dan hadis Nabi Muhammad SAW. Aqidah Islamiyah selalu berkaitan dengan Iman, seperti halnya iman kepada Allah, iman kepada Malaikatnya, iman kepada Kitab-kitab Allah, dan Rasuln-Nya.
Dan jika seorang mukmin bila imannya sepenuh dengan hati akan mengambil suri tauladan Akhlak Rasulullah SAW, karena Rasululllah memiliki siafat-sifat yang mulia yaitu: sifat shidiq (jujur) yang berlawan dengan shidqun (pembohong), sifat amanah (terpecaya) yang berlawan dengan khianat (tidak dapat dipercaya), sifat tabligh (menyampaikan), dan sifat fhatonah (cerdas dan pandai) yang mustahil ersifat bodoh. Dijelaskan pula tujuan pengajaran Aqidah Islamiyah yaitu bertujuan untuk mengajarkan rasa cinta terhadap Rasulullah yaitu cinta yang tumbuh secara alamiah.
5.             Pengajaran Akhlak
Dalam pembahasan ini dijelaskan pengertian tentang akhlak, jenis-jenis akhlak, manfaat mempelajari akhlak dan ciri-ciri akhlak islam. Langsung saja penulis jelaskan pengertian akhlak berasal dari kata bahasa arab, jamak dari khuluqun yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat. Kata khalqun yang berarti kejadian, yang erat hubungannya dengan khaliqun yang berarti pencipta dan makhluqun yang berarti diciptakan.
Akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Jenis-jenis akhlak menurut Moh. Ibnu Qoyyim diantaranya yaitu: Akhlak Dlarury yaitu akhlak yang asli yang merupakan pemberian Allah secara langsung. Akhlak Mukhtasabah yaitu akhlak atau budi pekerti yang harus dicari dengan jalan melatih, mendidik dan membiasakan kebiasaan yang baik serta cara berpikir yang tepat.
Manfaat memepelajari Akhlak yaitu: memperoleh kemajuan rohani, sebagai penuntun kebaikan, memperoleh kesempurnaan iman, memperoleh keutamaan dihari akhir, dan memperoleh keharmonisan rumah tangga. Ciri-cicri akhlak islam yaitu: kebajikan yang mutlak, kebaikan yang menyeluruh, kemantapan, kewajiban yang dipatuhi, dan pengawasan yang menyeluruh. Tujuan pokok akhlak adalah agar setiap orang berbudi (berakhlak), bertingkah laku (tabiat), berperangai atau beradat istiadat yang baik atau yang sesuai dengan ajaran islam.
6.             Pengajaran Syari’ah
Dalam pembahasan ini dijelaskan bahwa pengertian syari’at adalah segala aturan yang ditetapkan Allah untuk kepentingan hamban-Nya, yang disampaikan oleh para Nabi dan oleh Nabi kita Muhammad SAW baik berkenaan dengan perbuatan lahir manusia yang disebut amaliyah praktis dan kemudian disusun menjadi ilmu fiqih maupun berkenaan dengan persoalan aqidah yang disebut I’tiqadiyah dan Asliyah yang disusun menjadi ilmu kalam atau yang berkenaan dengan aturan tingkah laku manusia yang disusun menjadi ilmu Akhlak dan Adab.
 Dengan demikian dapat dibedakan bahwa syari’at itu adalah materi hukumnya, sedangkan tasyri’ adalah penetapan materi syari’at tersebut. Ini berarti bahwa pengetahuan tentang tasyri’ didalamnya menyangkut cara, prosedur, proses, dasar dan tujuan Allah menetapkan hukum bagi perbuatan manusia dalam kehidupan keagamaan dan keduniaan mereka. Penegetahuan tentang syari’at berarti pengetahuan tentang hakikat dan rahasia dari hukum-hukum syara’ yang telah ditetapkan oleh Allah, baik yang tersurat maupun tersirat.
7.             Pengajaran Ibadah
Pembahasan ini dijelaskan bahwa pengertian Ibadah yaitu taat, tunduk, turut, mengikut, dan do’a bisa juga diartikan menyembah. Ibadah yang dibahas disini adalah pola dan tata cara hubungan manusia dengan Allah semata, yang dalam bahasa agama dikenal dengan sebutan ibadah mahdah (ibadah murni). Ibadah bentuk ini mengambil bentuk ini mengambil bentuk vertikal (tegak lurus dari bawah ke atas). Menurut Amin Abdullah, dimensi ibadah merupakan aspek normativitas (wahyu), yang lebih menekankan aspek legalitas formalitas-eksternal.
Dalam ibadah mahdah berlaku asas: tidak boleh ditambah atau dikurangi. Tata hubungan ini tetap, tidak boleh diubah-ubah. Ketentuannya sudah diatur oleh Allah dan dijelaskan oleh Rasul, contohnya sholat dhuhur empat roka’at tidak boleh diubah menjadi dua atau tiga roka’at. Kecuali ada kententuan lain seperti qasar maka sholat dhuhur yang tadinya empat bisa menjadi dua roka’at.
Secara garis besar ibadah dibagi menjadi dua macam yaitu yang pertama Ibadah Mahdah (ibadah yang kententuannya pasti) atau Ibadah Khassah (ibada murni, ibadah khusus) yakni, ibadah yang ketentuan dan pelaksanaannya telah ditetapkan oleh manusia dan merupakan sari ibadah kepada Allah, seperti sholat, zakat, puasa, dan haji. Kedua Ibadah Ghairu Mahdah yangseperti sosial, politik, dan budaya, ekonomi, politik, pendidikan lingkungan hidup, kemiskinan, dan sebagainya.
Tujuan dan pengajaran Ibadah yaitu untuk mengetahui teori (aspek kognitif) tentang ibadah yang diajarkan seperti tentang sholat, zakat, puasa dan haji. Untuk mengamalkan (aspek psikomotorik-skill) yaitu keterampilan menjalankan ibadah yang diajarkan seperti terampil dan hafal dalam bacaan-bacaan sholat, gerakan sholat, menjalankan sholat secara rutin dan berjamaah. Dan yang terakhir adalah untuk mngembangkan apreasatif terhadap ibadah (aspek afektif) yaitu bersikap saling menghargai dan senang menjalankan iabadah spiritualnya. Seperti, melakukan perilaku amalan sholeh, dan mencegah segala bentuk kemungkaran dsb.
8.             Pengajaran Muamalah
          Pada  bab ini dijelaskan kata Muamalah dari segi bahasa adalah bentuk Isim Masdar dari fi’il madhii ‘amala yang berarti social intercouse (hubungan sosial), social life (kehidupan sosial), association (with another) (hubungan dengan orang lain), mutual relation (saling berhubungan), bussines relation (hubungan bisnis). Secara umum dapat diartikan hubungan atau pergaulan. Secara luasnya, Mu’amalah mencakup hubungan antara manusia dengan tuhan dan hubungan manusia dengan manusia.
          Dengan demikian, seorang pengajar muamalah disamping mempunyai keahlian didalam memilih pendekatan, metode, sumber, dan alat pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran yang bermuara dari ajaran islam itu sendiri, juga harus berkepribadian muslim yang luhur. Dengan kata lain, disamping sebagai mu’allim yang bertugas mentransfer ilmu, juga sebagai muaddib yang berfungsi mentransfer nilai.
9.             Pengajaran Sejarah Islam
          Dalam bab ini dijelaskan bahwa sejarah dianggap salah satu bidang studi pendidikan agama. Pengertiannya sendiri adalah studi tentang riwayat hidup Rasulullah SAW, sahabat-sahabat dan imam-imam pemberi petunujuk yang diceritakan kepada mahasiswa sebagai contoh teladan utama dari tingkal laku manusia yang ideal, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial.
          Sejarah Nabi SAW, merupakan riwayat yang terpenting karena beliau adalah terjemahan dari ajaran islam dan merupakan contoh yang telah hidup bagi orang islam disetiap tempat dan zaman. Sejarah beliau dimulai dari kelahiran sampai dengan masa kenabian, dan sampai beliau menjumpai ajalnya. Dengan demikian riwayat hidup beliau menjadi sempurna. Para ahli sejarah membagi sejarah beliau menjadi dua bagian yaitu riwayat hidup beliau sebelum nubuwwah yakni sejak beliau lahir sampai masa kenabian. Dan yang kedua adalah sejarah beliau sejak masa kenabian sampai beliau wafat.
10.         Pengajaran Kebudayaan Islam
          Dijelaskan pada bab ini bahwa Kebudayaan pada umumnya seing diartikan secara sederhana sebagai hasil budi daya manusia, hasil cipta, rasa dan karsa dengan menggunakan simbol-simbol serta artefak. Sejalan dengan pengertian ini, kebudayaan meliputi cara hidup seluruh masyarakat yang mencakup cara bersikap, menggunakan pakaian, bertutur bahasa, ibadah, norma-norma tingkah laku, serta sistem kepercayaan.
          Dengan demikian yang dimaksud dengan kebudayaan Islam adalah cara pandang komunnitas Muslim yang telah berjalan, terlembaga dan tersosialisasi dari kurun waktu ke waktu, satu generasi ke generasi yang lain dalam berbagai aspek kehidupan yang cangkupannya cukup luas tapi tetap menampilkan satu bentuk budaya, tradisi, seni, yang khas islam.
B.            Gagasan Penting Penulis
Gagasan penting penulis yang lebih banyak dituangkan di dalam bukunya terletak pada Bab 2 dan Bab 3, yaitu mengenai Pengajaran Al-Qur’an dan Pengajaran Al-Hadis seperti yang dijelaskan diatas bahwa Al-Quran sebagai wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi umat manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Al-Quran adalah benar-benar diturunkan oleh Allah dan bukan buatan manusia ataupun malaikat.
Dan Hadis merupakan bagian dari pengajaran Agama. Pengajaran ini memuat informasi disekitar teks yang dikaitkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni, informasi bahan-bahan yang bertuliskan huruf Arab yang pada zaman sekarang hadis sudah dapat dibukukan. Hadis merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi yang bersangkut paut dengan hukum Syara’. Pengajaran hadis sekarang sudah dikemas dengan periwayatan, yaitu sanad, matan, dan perawi.
Pengajaran Hadis mirip dengan pengajaran Al-Qur’an. Perbedaan keduanya terletak pada cara penyampaian dan materinya yang didalam hadis cukup dengan pola mencatat bahan dan penyampaiannya. Untuk itu mengetahui status hadis adalah penting dalam rangka menambah keyakinan atas kualitas hadis. Pengajaran hadis pada dasarnya adalah sebagaimana pengajaran agama Islam yang lain.
Jadi, dalam buku tersebut gagasan yang terpenting adalah pada Bab 2 dan Bab 3 tersebut yang  membahas Al-Qur’an dan Hadis. Yang merupakan menjelaskan tentang pengertian dan tentang tata cara pengajaran Al-qur’an dan Hadis. Untuk itu yang paling menonjol pada buku tersebut adalah pada Bab 2 dan Bab 3.
C.           Analis
Menurut saya buku ini memiliki materi yang cukup bagus dan menarik. Hal ini dapat dilihat dari segi penulis menerapkan penjelasan yang mudah dipahami dan mudah dimengerti bagi yang membacanya. Materi-materinyapun cukup lengkap dan mudah dipahami. Penulis juga selalu memberikan pendahulan terlebih dahulu sebelum memaparkan pembahasannya dan selalu memberikan kesimpulan setelah memaparkan materinya. Jadi, akan mudah dipahami.
Penyampaian materi dan bahasa yang digunakan juga sangat mudah dipahami. Penulis buku ini menyampaikan materi yang ada dengan sistematis sehingga pembaca mudah memahami materi yang disampaikan. Isi semua buku ini atau materi yang ada pada buku ini sangat bermanfaat bagi yang ingin belajar memahami dan memperdalam pembelajaran Agama Islam sesuai dengan judul buku ini yang berjudul “Metodologi Pendidikan Agama Islam”.
 Akan tetapi tata cara penulisan penulis buku ini masih ada yang kata-katanya salah atau salah pengetikkan ketika mengetik suatu kata. Mungkin penulis kurang teliti dalam mengetik atau terlalu terburu-buru dalam mengetik sehingga terjadi kesalahan pengetikkan kata. Dan dalam penulisan arab atau hadis didalam buku tersebut kurang baik karena tidak adanya syakal atau harokat pada setiap penulisan arabnya. Sehingga menyulitkan bagi pembaca yang belum bisa membaca arab tanpa adanya syakal atau harokat pada penulisan hadis atau penulisan arab yang lainnya.



PENUTUP
A.           Kesimpulan
Dengan demikian penulis dapat menyimpulkan isi buku yang berjudul “Metodologi Pendidikan Agama Isam” karya Ramayulis berisi tentang bagaimana dan tata cara pengajaran secara baik dan benar. Didalam buku tersebut terdapat pengajaran-pengajaran tentang Pengajaran Al-Qur’an, Pengajaran Al-Hadits, Pengajaran Aqidah, Pengajaran Akhlak, Pengajaran Syari’ah, Pengajaran Ibadah, Pengajaran Muamalah, Pengajaran Sejarah Islam, dan Pengajaran Kebudayaan Islam.
Dibuku tersebut dijelaskan pula tentang pengertian-pengertiannya dan tujuan-tujuannya dalam pembelajaran setiap Babnya. Penjelasan dalam setiap Babnya cukup dan mudah dipahami. Penulis juga dapat menyimpulkan bahwa buku tersebut sangat bermanfaat bagi orang-orang pembaca yang ingin mendalami ilmu agamanya karena setiap judul pembahasannya menarik.
Secara keseluruhan isi didalam buku tersebut terdapat gagasan yang paling terpenting dan yang paling menonjol adalah terdapat pada Bab 2 dan Bab 3 yaitu mengenai Pengajaran Al-Qur’an dan Pengajaran Al-Hadis seperti yang dijelaskan diatas bahwa Al-Quran sebagai wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi umat manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Al-Quran adalah benar-benar diturunkan oleh Allah dan bukan buatan manusia ataupun malaikat. Dan Hadis merupakan bagian dari pengajaran Agama. Pengajaran ini memuat informasi disekitar teks yang dikaitkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni, informasi bahan-bahan yang bertuliskan huruf Arab yang pada zaman sekarang hadis sudah dapat dibukukan.
B.            Kritik
Buku ini memiliki materi yang cukup bagus dan bermanfaat bagi pembaca. Bahasanya cukup mudah dipahami dan dimengerti. Namun dalam penulisan katanya terdapat kesalahan pengetikan sehingga membingungkan pembaca. Dan dalam penulisan arabnya tidak dilengkapi dengan syakal atau harokat sehingga menyulitkan bagi pembaca yang masih belum fasih dan belum lancar membaca tulisan arab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar