berikut contoh book report, untuk teman-teman sebagai reverensi mengerjakan tugas kuliahnya, semoga bermanfaat. DILARANG KERAS COPAS!!!! INI HANYA SEBAGAI CONTOH DAN PANDUAN!
BOOK REPORT
METODOLOGI STUDI ISLAM
Diajukan untuk memenuhi tugas individu
Diajukan untuk memenuhi tugas individu
Mata Kuliah Metodologi Islam
Dosen Pengampu Saifudin, M.Ag

Disusun Oleh : Nur ‘Azizah 1415108029
TARBIYAH/PGRA/1
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2015

Identitas
Buku
Judul Buku : Metodologi Pendidikan
Agama Islam
Pengarang : Prof. DR. Ramayulis
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kota Terbit : Semarang
Tahun Terbit : 2004
Cetakan ke : 2
Jumlah
Halaman : 256 Halaman
Harga Buku : Rp. 27.500
ISBN : 979-9075-23-8
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan
Agama merupakan salah satu dari tiga subyek pelajaran yang harus dimasukkan
dalam proses pembelajaran. Hal ini karena kehidupan beragama merupakan salah
satu dimensi kehidupan yang diharapkan dapat terwujudnya secara terpadu. Pendidikan
agama diharapkan mampu mewujudkan dimensi kehidupan beragama tersebut sehingga
mampu mewujudkan individu yang utuh dengan sejalan pandangan hidup bangsa.
Pembahasan
tentang pembuatan Book Report ini
yang ada didalam buku “Metodelogi Pendidikan Agama Islam” karangan Prof.
DR.
Ramayulis akan dibahas tentang Pengajaran Al
Qur’an, Pengajaran hadis, Pengajaran Aqidah, Pengajaran Akhlak, Pengajaran
Syariah. Pengajaran Ibadah, Pengajaran Muamalah, Pengajaran Sejarah Islam, dan
Pengajaran Kebudayaan Islam.
Untuk
itu dengan demikian Pendidikan Agama juga terbagi menjadi beberapa bab yang akan
dipelajari seperti halnya Bab Hadis, Akhlak, dan Muamalah dan sebagainya. Untuk
itu dengan dibuatnya Book Report untuk memenuhi tugas Metodologi Studi
Islam pokok dan gagasan yang terpenting di dalam buku ini adalah tentang Bab Al-Qur’an
dan Bab Hadis.
Bab-bab dan gagasan
penting pada pernyataan di atas akan dibahas dalam book report ini. Akan
tetapi selain dengan mengemukakan isi buku dan gagasan penting penulis,
analisis tidak lupa ditambahkan agar artikulasi (pemaknaan) dari isi buku dapat
lebih jelas dan nampak dinamis.
Tujuan untuk pembuatan Book
Report ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah “Metodologi Studi
Islam” untuk mengetahui dan menjelaskan isi buku dan menganalisis buku
tersebut. Serta untuk mengetahui gagasan yang terdapat pada isi buku “Metodologi
Pendidikan Agama Islam”.
PEMBAHASAN
A.
Isi Buku Secara Umum
1.
Pendekatan
Keberagaman dalam Pemilihan Metode Pengajaran Pendidikan PAI
Dalam pembahasan
ini dijelaskan tentang, fungsi pengajaran PAI yang dimana Pendidikan Agama
Islam mempunyai fungsi yang berbeda dari subyek pelajaran yang lain, Secara
umum menurut John Sealy, Pendidikan
Agama, termasuk Pendidikan Agama Islam, dapat diarahkan untuk mengemban salah
satu atau gabungan dari beberapa fungsi, yaitu: konfesional, neo konfesional,
konfesional tersembunyi, implisit, dan konfesional.
Disini juga
diterangkan tentang Tujuan pendidikan agama di Indonesia yang merupakan untuk
memperkuat iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama
yang dianut oleh orang yang bersangkutan dengan mempertimbangkan tuntutan untuk
menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan anatar umat beragama dalam
masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Dengan kata lain pendidikan
agama memiliki dua tujuan diantaranya yaitu: meningkatkan keberagaman dan
mengembangkan sikap toleransi hidup antar umat beragama. Dengan demikian, sosok
lulusan dari pendidikan agama diharapkan memiliki tingkat keberagaman tertentu
dan sikap toleransi tertentu pula.
Pada bab ini
dijelaskan juga tujuan Pendidikan Agama Islam dapat digambarkan sebagai sosok
individu yang memiliki keimanan, komitmen, ritual, dan sosial pada tingkat yang
diharapkan. Yang menerima tanpa keraguan sedikitpun akan kebenaran ajaran Islam
itu sendiri dan bersikap atau berperilaku keagamaan secara positif, melakukan
ritual dan sosial keagamaan sebagaimana yang digariskan dalam ajaran agama
Islam.
Materi
pendidikan agama Islam tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu ke-Islaman semata,
tetepi juga ilmu lain yang dapat membantu pencapaian keberagaman Islam secara
Komprehensif. Di pendidikan Agama Islam juga diajarkan materi meliputi
pembahasan ilmu-ilmu tauhid atau aqidah, fiqih atau ibadah, Akhlak, study
al-qur’an dan hadis, bahasa arab, dan tarikh Islam, dan lain sebagainya.
2.
Pengajaran
Al-Qur’an
Dalam
pembahasan ini dijelaskan tentang pengertian Al-Qur’an, metode pengajaran
Al-Qur’an dan tujuan mengajar Al-Qur’an. Bahwa pengertian Al-Qur’an adalah
wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dan perlu diketahui bahwa Al-Qur’an
sebagai kitab suci dan sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar dan
tidak seorangpun yang mampu membuat atau menulis yang seperti Al-Qur’an itu.
Menurut para
Pakar dan Ulama mengenai pengertian Al-Qur’an yaitu Al-Qur’an adalah wahyu
Allah atau firman Allah SWT. Yang diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW, dengan
perantara Malaikat Jibril, atau dengan cara lain. Tulisan dan bacaan Al-Qur’an
sudah dipastikan berbahasa Arab. Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk bagi
manusia yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang terbesar yang diterima
oleh umat manusia secara Muttawattir.
Dalam metode
pembelajaran Al-Qur’an sebisa mungkin seorang pengajar mengajarkan murid
didiknya dengan membaca Al-Qur’an secara pelan-pelan. Agar dapat dimengerti dan
dipahami oleh para peserta didik. Tujuannya itu sendiri mampu mengarah kepada
kemampuan memahami kitab Allah secara sempurna, kemantapan membaca dan
menghafal ayat-ayat atau surat yang mudah dihafal, menumbuhkan rasa cinta
terhadap Al-Qur’an, dan kesanggupan menerapkan ajaran Islam dalam menyelesaikan
problema kehidupan sehari-hari.
3.
Pengajaran
Al-Hadis
Dalam bab ini dijelaskan pengajaran hadis yang
merupakan suatu bidang pengajaran agama yang berisi teks bertuliskan arab yang
pernah disabdakan atau dikatakan oleh nabi. Dalam bab ini juga dijelaskan
tentang pengertian Hadis. Hadis mempunyai tiga istilah al-jadid (sesuatu
yang baru), lawan kata Al-qodim (sesuatu yang lama). Bentuk jamaknya, hidats,
hudatsa’, dan haduts. Kedua hadis berarti al-qorib (sesuatu
yang dekat, belum lama terjadi), seperti perkataan “dia adalah orang yang baru
saja memeluk agama islam”.
Yang ketiga hadis berarti al-khabar (sesuatu berita), yaitu sesuatu yang
dipercakapkan dan dipindahkan seseorang kepada orang lain. Tujuan menagajar
hadis, hadis mempunyai tujuan yang jelas dan berguna akan membuat orang giat,
lebih terarah, dan sungguh-sungguh. Tujuan yang lebih jelasnya adalah kemampuan
menerapkan ajaran islam dalam menyelesaikan problema kehidupan sehari-hari.
Untuk menetapkan sah atau tidaknya dalam suatu hadis adalah melihat pada
sanadnya yaitu orang orang yang meriwayatkan hadis.
Dan melihat pada matannya yaitu pada teks hadis itu
sendiri. Dalam bab ini juga dijelaskan bagaimana cara untuk mengajar materi
hadis untuk para peserta didik yaitu dengan materi yang ada dalam pembahasan
harus sesuai dengan ketentuan dan acuan dalam kurikulum pembelajaran. Jadi,
harus sesuai materi yang ada pada kurikulum.
4.
Pengajaran
Aqidah Islamiyah
Pada bab ini
dijelaskan bahwa islam merupakan agama yang menitikberatkan pada aqidah yaitu
iman dan amal. Dan pengertian aqidah itu sendiri adalah berasal dari kata aqoid
jamak dari aqidah yang berarti kepercayaan. Maksudnya ialah hal-hal
yang diyakini oleh orang-orang islam, artinya mereka menetapkan atas
kebenarannya seperti disebutkan dalam al-quran dan hadis Nabi Muhammad SAW. Aqidah
Islamiyah selalu berkaitan dengan Iman, seperti halnya iman kepada Allah, iman
kepada Malaikatnya, iman kepada Kitab-kitab Allah, dan Rasuln-Nya.
Dan jika seorang
mukmin bila imannya sepenuh dengan hati akan mengambil suri tauladan Akhlak
Rasulullah SAW, karena Rasululllah memiliki siafat-sifat yang mulia yaitu:
sifat shidiq (jujur) yang berlawan dengan shidqun (pembohong),
sifat amanah (terpecaya) yang berlawan dengan khianat (tidak
dapat dipercaya), sifat tabligh (menyampaikan), dan sifat fhatonah (cerdas
dan pandai) yang mustahil ersifat bodoh. Dijelaskan pula tujuan pengajaran
Aqidah Islamiyah yaitu bertujuan untuk mengajarkan rasa cinta terhadap
Rasulullah yaitu cinta yang tumbuh secara alamiah.
5.
Pengajaran
Akhlak
Dalam
pembahasan ini dijelaskan pengertian tentang akhlak, jenis-jenis akhlak,
manfaat mempelajari akhlak dan ciri-ciri akhlak islam. Langsung saja penulis
jelaskan pengertian akhlak berasal dari kata bahasa arab, jamak dari khuluqun
yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku dan tabiat.
Kata khalqun yang berarti kejadian, yang erat hubungannya dengan khaliqun
yang berarti pencipta dan makhluqun yang berarti diciptakan.
Akhlak
adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena
kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Jenis-jenis
akhlak menurut Moh. Ibnu Qoyyim diantaranya yaitu: Akhlak Dlarury yaitu
akhlak yang asli yang merupakan pemberian Allah secara langsung. Akhlak
Mukhtasabah yaitu akhlak atau budi pekerti yang harus dicari dengan jalan
melatih, mendidik dan membiasakan kebiasaan yang baik serta cara berpikir yang
tepat.
Manfaat
memepelajari Akhlak yaitu: memperoleh kemajuan rohani, sebagai penuntun
kebaikan, memperoleh kesempurnaan iman, memperoleh keutamaan dihari akhir, dan
memperoleh keharmonisan rumah tangga. Ciri-cicri akhlak islam yaitu: kebajikan
yang mutlak, kebaikan yang menyeluruh, kemantapan, kewajiban yang dipatuhi, dan
pengawasan yang menyeluruh. Tujuan pokok akhlak adalah agar setiap orang
berbudi (berakhlak), bertingkah laku (tabiat), berperangai atau beradat
istiadat yang baik atau yang sesuai dengan ajaran islam.
6.
Pengajaran
Syari’ah
Dalam
pembahasan ini dijelaskan bahwa pengertian syari’at adalah segala aturan yang
ditetapkan Allah untuk kepentingan hamban-Nya, yang disampaikan oleh para Nabi
dan oleh Nabi kita Muhammad SAW baik berkenaan dengan perbuatan lahir manusia
yang disebut amaliyah praktis dan kemudian disusun menjadi ilmu fiqih maupun
berkenaan dengan persoalan aqidah yang disebut I’tiqadiyah dan Asliyah yang
disusun menjadi ilmu kalam atau yang berkenaan dengan aturan tingkah laku
manusia yang disusun menjadi ilmu Akhlak dan Adab.
Dengan demikian dapat dibedakan bahwa syari’at
itu adalah materi hukumnya, sedangkan tasyri’ adalah penetapan materi syari’at
tersebut. Ini berarti bahwa pengetahuan tentang tasyri’ didalamnya menyangkut
cara, prosedur, proses, dasar dan tujuan Allah menetapkan hukum bagi perbuatan
manusia dalam kehidupan keagamaan dan keduniaan mereka. Penegetahuan tentang
syari’at berarti pengetahuan tentang hakikat dan rahasia dari hukum-hukum
syara’ yang telah ditetapkan oleh Allah, baik yang tersurat maupun tersirat.
7.
Pengajaran
Ibadah
Pembahasan
ini dijelaskan bahwa pengertian Ibadah yaitu taat, tunduk, turut, mengikut, dan
do’a bisa juga diartikan menyembah. Ibadah yang dibahas disini adalah
pola dan tata cara hubungan manusia dengan Allah semata, yang dalam bahasa
agama dikenal dengan sebutan ibadah mahdah (ibadah murni). Ibadah bentuk
ini mengambil bentuk ini mengambil bentuk vertikal (tegak lurus dari bawah ke
atas). Menurut Amin Abdullah, dimensi ibadah merupakan aspek normativitas
(wahyu), yang lebih menekankan aspek legalitas formalitas-eksternal.
Dalam ibadah
mahdah berlaku asas: tidak boleh ditambah atau dikurangi. Tata hubungan
ini tetap, tidak boleh diubah-ubah. Ketentuannya sudah diatur oleh Allah dan
dijelaskan oleh Rasul, contohnya sholat dhuhur empat roka’at tidak boleh diubah
menjadi dua atau tiga roka’at. Kecuali ada kententuan lain seperti qasar maka
sholat dhuhur yang tadinya empat bisa menjadi dua roka’at.
Secara garis
besar ibadah dibagi menjadi dua macam yaitu yang pertama Ibadah Mahdah (ibadah
yang kententuannya pasti) atau Ibadah Khassah (ibada murni, ibadah
khusus) yakni, ibadah yang ketentuan dan pelaksanaannya telah ditetapkan oleh
manusia dan merupakan sari ibadah kepada Allah, seperti sholat, zakat, puasa,
dan haji. Kedua Ibadah Ghairu Mahdah yangseperti sosial, politik, dan
budaya, ekonomi, politik, pendidikan lingkungan hidup, kemiskinan, dan
sebagainya.
Tujuan dan
pengajaran Ibadah yaitu untuk mengetahui teori (aspek kognitif) tentang
ibadah yang diajarkan seperti tentang sholat, zakat, puasa dan haji. Untuk
mengamalkan (aspek psikomotorik-skill) yaitu keterampilan menjalankan
ibadah yang diajarkan seperti terampil dan hafal dalam bacaan-bacaan sholat,
gerakan sholat, menjalankan sholat secara rutin dan berjamaah. Dan yang
terakhir adalah untuk mngembangkan apreasatif terhadap ibadah (aspek
afektif) yaitu bersikap saling menghargai dan senang menjalankan iabadah
spiritualnya. Seperti, melakukan perilaku amalan sholeh, dan mencegah segala
bentuk kemungkaran dsb.
8.
Pengajaran
Muamalah
Pada
bab ini dijelaskan kata Muamalah dari segi bahasa adalah bentuk Isim
Masdar dari fi’il madhii ‘amala yang berarti social intercouse (hubungan
sosial), social life (kehidupan sosial), association (with another) (hubungan
dengan orang lain), mutual relation (saling berhubungan), bussines
relation (hubungan bisnis). Secara umum dapat diartikan hubungan atau
pergaulan. Secara luasnya, Mu’amalah mencakup hubungan antara manusia dengan
tuhan dan hubungan manusia dengan manusia.
Dengan demikian, seorang pengajar
muamalah disamping mempunyai keahlian didalam memilih pendekatan, metode,
sumber, dan alat pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran yang bermuara
dari ajaran islam itu sendiri, juga harus berkepribadian muslim yang luhur.
Dengan kata lain, disamping sebagai mu’allim yang bertugas mentransfer
ilmu, juga sebagai muaddib yang berfungsi mentransfer nilai.
9.
Pengajaran
Sejarah Islam
Dalam bab ini dijelaskan bahwa sejarah
dianggap salah satu bidang studi pendidikan agama. Pengertiannya sendiri adalah
studi tentang riwayat hidup Rasulullah SAW, sahabat-sahabat dan imam-imam
pemberi petunujuk yang diceritakan kepada mahasiswa sebagai contoh teladan
utama dari tingkal laku manusia yang ideal, baik dalam kehidupan pribadi maupun
kehidupan sosial.
Sejarah Nabi SAW, merupakan riwayat
yang terpenting karena beliau adalah terjemahan dari ajaran islam dan merupakan
contoh yang telah hidup bagi orang islam disetiap tempat dan zaman. Sejarah
beliau dimulai dari kelahiran sampai dengan masa kenabian, dan sampai beliau
menjumpai ajalnya. Dengan demikian riwayat hidup beliau menjadi sempurna. Para
ahli sejarah membagi sejarah beliau menjadi dua bagian yaitu riwayat hidup
beliau sebelum nubuwwah yakni sejak beliau lahir sampai masa kenabian.
Dan yang kedua adalah sejarah beliau sejak masa kenabian sampai beliau wafat.
10.
Pengajaran
Kebudayaan Islam
Dijelaskan pada bab ini bahwa
Kebudayaan pada umumnya seing diartikan secara sederhana sebagai hasil budi
daya manusia, hasil cipta, rasa dan karsa dengan menggunakan simbol-simbol
serta artefak. Sejalan dengan pengertian ini, kebudayaan meliputi cara hidup
seluruh masyarakat yang mencakup cara bersikap, menggunakan pakaian, bertutur
bahasa, ibadah, norma-norma tingkah laku, serta sistem kepercayaan.
Dengan demikian yang dimaksud dengan
kebudayaan Islam adalah cara pandang komunnitas Muslim yang telah berjalan,
terlembaga dan tersosialisasi dari kurun waktu ke waktu, satu generasi ke
generasi yang lain dalam berbagai aspek kehidupan yang cangkupannya cukup luas
tapi tetap menampilkan satu bentuk budaya, tradisi, seni, yang khas islam.
B.
Gagasan
Penting Penulis
Gagasan penting penulis
yang lebih banyak dituangkan di dalam bukunya terletak pada Bab 2 dan Bab 3,
yaitu mengenai Pengajaran Al-Qur’an dan Pengajaran Al-Hadis seperti yang
dijelaskan diatas bahwa Al-Quran
sebagai wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk dan pedoman bagi
umat manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Al-Quran adalah
benar-benar diturunkan oleh Allah dan bukan buatan manusia ataupun malaikat.
Dan
Hadis merupakan bagian dari pengajaran Agama. Pengajaran ini memuat informasi
disekitar teks yang dikaitkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yakni, informasi
bahan-bahan yang bertuliskan huruf Arab yang pada zaman sekarang hadis sudah
dapat dibukukan. Hadis merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi baik berupa
perkataan, perbuatan, maupun taqrir Nabi yang bersangkut paut dengan hukum
Syara’. Pengajaran hadis sekarang sudah dikemas dengan periwayatan, yaitu
sanad, matan, dan perawi.
Pengajaran
Hadis mirip dengan pengajaran Al-Qur’an. Perbedaan keduanya terletak pada cara
penyampaian dan materinya yang didalam hadis cukup dengan pola mencatat bahan
dan penyampaiannya. Untuk itu mengetahui status hadis adalah penting dalam
rangka menambah keyakinan atas kualitas hadis. Pengajaran hadis pada dasarnya
adalah sebagaimana pengajaran agama Islam yang lain.
Jadi,
dalam buku tersebut gagasan yang terpenting adalah pada Bab 2 dan Bab 3
tersebut yang membahas Al-Qur’an dan
Hadis. Yang merupakan menjelaskan tentang pengertian dan tentang tata cara
pengajaran Al-qur’an dan Hadis. Untuk itu yang paling menonjol pada buku
tersebut adalah pada Bab 2 dan Bab 3.
C.
Analis
Menurut
saya buku ini memiliki materi yang cukup bagus dan menarik. Hal ini dapat
dilihat dari segi penulis menerapkan penjelasan yang mudah dipahami dan mudah
dimengerti bagi yang membacanya. Materi-materinyapun cukup lengkap dan mudah
dipahami. Penulis juga selalu memberikan pendahulan terlebih dahulu sebelum
memaparkan pembahasannya dan selalu memberikan kesimpulan setelah memaparkan
materinya. Jadi, akan mudah dipahami.
Penyampaian materi dan bahasa yang
digunakan juga sangat mudah dipahami. Penulis buku ini menyampaikan materi yang
ada dengan sistematis sehingga pembaca mudah memahami materi yang disampaikan.
Isi semua buku ini atau materi yang ada pada buku ini sangat bermanfaat bagi
yang ingin belajar memahami dan memperdalam pembelajaran Agama Islam sesuai
dengan judul buku ini yang berjudul “Metodologi Pendidikan Agama Islam”.
Akan tetapi tata cara penulisan penulis buku
ini masih ada yang kata-katanya salah atau salah pengetikkan ketika mengetik
suatu kata. Mungkin penulis kurang teliti dalam mengetik atau terlalu
terburu-buru dalam mengetik sehingga terjadi kesalahan pengetikkan kata. Dan dalam
penulisan arab atau hadis didalam buku tersebut kurang baik karena tidak adanya
syakal atau harokat pada setiap penulisan arabnya. Sehingga menyulitkan bagi
pembaca yang belum bisa membaca arab tanpa adanya syakal atau harokat pada penulisan
hadis atau penulisan arab yang lainnya.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dengan demikian penulis dapat
menyimpulkan isi buku yang berjudul “Metodologi Pendidikan Agama Isam” karya
Ramayulis berisi tentang bagaimana dan tata cara pengajaran secara baik dan
benar. Didalam buku tersebut terdapat pengajaran-pengajaran tentang Pengajaran
Al-Qur’an, Pengajaran Al-Hadits, Pengajaran Aqidah, Pengajaran Akhlak,
Pengajaran Syari’ah, Pengajaran Ibadah, Pengajaran Muamalah, Pengajaran Sejarah
Islam, dan Pengajaran Kebudayaan Islam.
Dibuku tersebut dijelaskan pula
tentang pengertian-pengertiannya dan tujuan-tujuannya dalam pembelajaran setiap
Babnya. Penjelasan dalam setiap Babnya cukup dan mudah dipahami. Penulis juga
dapat menyimpulkan bahwa buku tersebut sangat bermanfaat bagi orang-orang
pembaca yang ingin mendalami ilmu agamanya karena setiap judul pembahasannya
menarik.
Secara keseluruhan isi didalam buku
tersebut terdapat gagasan yang paling terpenting dan yang paling menonjol
adalah terdapat pada Bab 2 dan Bab 3 yaitu mengenai
Pengajaran Al-Qur’an dan Pengajaran Al-Hadis seperti yang dijelaskan diatas
bahwa Al-Quran sebagai wahyu atau firman Allah SWT untuk menjadi petunjuk
dan pedoman bagi umat manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Al-Quran adalah benar-benar diturunkan oleh Allah dan bukan buatan manusia
ataupun malaikat. Dan Hadis merupakan bagian dari pengajaran Agama. Pengajaran
ini memuat informasi disekitar teks yang dikaitkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Yakni, informasi bahan-bahan yang bertuliskan huruf Arab yang pada zaman
sekarang hadis sudah dapat dibukukan.
B.
Kritik
Buku
ini memiliki materi yang cukup bagus dan bermanfaat bagi pembaca. Bahasanya
cukup mudah dipahami dan dimengerti. Namun dalam penulisan katanya terdapat
kesalahan pengetikan sehingga membingungkan pembaca. Dan dalam penulisan
arabnya tidak dilengkapi dengan syakal atau harokat sehingga menyulitkan bagi
pembaca yang masih belum fasih dan belum lancar membaca tulisan arab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar